Tracive for developers
Rekening, nomor telepon, email, alamat kripto atau username — dicek terhadap laporan penipuan dari komunitas sebelum uang bergerak. Pengguna memberi izin sekali; pengecekan ditagih ke kredit Tracive-nya, bukan ke Anda.
POST /v1/scammer-checks{ "input": { "type": "EMAIL", "value": "e2e-scammer@evil.com" }}
→ 200 OK{ "found": true, "riskTier": "HIGH", "reportTotal": 12, "credibleReports": 9, "fraudAmount": { "IDR": 152500000, "BTC": 0.04 }, "tags": ["olshop fiktif", "impersonasi"]}
Pengecekan berjalan di dalam alur transfer Anda, jadi nasabah melihat risikonya sebelum uang berpindah.

Di layar konfirmasi transfer, aplikasi Anda menawarkan cek keamanan rekening penerima.

Jumlah laporan, total kerugian, dan jenis penipuan tampil jelas — membatalkan jadi pilihan termudah.
Empat langkah dari nol ke pengecekan pertama, semuanya di sandbox.
Flow app-to-app dengan PKCE. Consent terjadi di aplikasi Tracive, bukan di layar Anda.
Setiap endpoint, field dan kode error — dirender dari spec yang server sajikan.
Kotlin, Flutter, Swift dan React Native. Satu kontrak, empat bahasa.
Key di dalam binary mobile adalah kredensial yang sudah terpublikasi — dan yang ini membelanjakan kredit pengguna. Setiap client memakai OAuth dengan PKCE.
Tidak ada parameter key di permukaan publik SDK. Kalau Anda mencari tempat menyimpan secret, yang Anda butuhkan adalah Proxy mode — dan itu Tahap 2.
Identifier tanpa laporan menjawab 200 dengan found: false dan tetap memakan satu kredit. Kalau miss gratis, API ini jadi alat enumerasi murah.
Pengguna yang sama tampil dengan sub berbeda di tiap client Anda. Dua partner tidak bisa menyatukan datanya, bahkan untuk orang yang sama.
Data seed. Terbuka untuk siapa pun yang sedang membangun integrasi.
Laporan sungguhan. Butuh kontrak dan organisasi yang disetujui.